Lewat Buku “Kekuatan Bersama”, Bung Dodoy Ajak Masyarakat Berani Berubah dan Bangun Desa Penyak yang Mandiri
BANGKA TENGAH ,bhayangkarapos.com – Kepedulian terhadap masa depan desa mendorong tokoh pemuda sekaligus praktisi hukum, Dairi, S.H., atau yang akrab disapa Bung Dodoy, menyiapkan sebuah karya pemikiran berjudul “Kekuatan Bersama: Menembus Kebodohan dan Menuju Pembangunan Desa Penyak yang Mandiri.”
Buku yang direncanakan segera diterbitkan tersebut bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan sebuah kritik sosial, refleksi kepemimpinan, dan gagasan perubahan yang berangkat dari berbagai persoalan kehidupan masyarakat Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Melalui buku ini, Bung Dodoy ingin mengajak masyarakat melihat pembangunan desa dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, kemajuan sebuah desa tidak cukup hanya mengandalkan besarnya anggaran, pembangunan infrastruktur, bantuan pemerintah, maupun masuknya investasi perusahaan.
Ada persoalan yang jauh lebih mendasar, yakni kualitas sumber daya manusia, pola pikir masyarakat, karakter, kesadaran hukum, serta kemampuan membangun kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Dairi menilai, salah satu tantangan terbesar pembangunan desa adalah ketika masyarakat sulit menerima perubahan, enggan melakukan evaluasi, dan lebih mengutamakan perdebatan dibandingkan mencari jalan keluar.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi bahan refleksi bersama. Sebab, desa yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah sekalipun tidak akan berkembang secara optimal apabila masyarakatnya tidak memiliki kesadaran untuk mengelola potensi tersebut secara bijaksana.
KEPEMIMPINAN DAN KESADARAN MASYARAKAT MENJADI KUNCI
Dalam salah satu pokok pemikirannya, Bung Dodoy menyoroti pentingnya kepemimpinan desa yang berintegritas, tegas, transparan, dan memiliki keberanian mengambil keputusan demi kepentingan masyarakat luas.
Ia berpandangan bahwa seorang pemimpin tidak boleh hanya mengejar popularitas atau tunduk terhadap tekanan kelompok tertentu. Pemimpin harus mampu menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab, berlandaskan aturan, serta mengutamakan kesejahteraan masyarakat.
Namun, keberhasilan pembangunan juga tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada kepala desa maupun perangkat pemerintahan. Masyarakat harus mengambil bagian melalui pengawasan, partisipasi, kepatuhan terhadap aturan, dan kesediaan menjaga hasil pembangunan.
Bung Dodoy ingin membangun pemahaman bahwa demokrasi bukan berarti setiap orang harus selalu menang dalam perdebatan, melainkan bagaimana perbedaan pendapat dapat diarahkan menjadi kekuatan untuk menghasilkan keputusan terbaik.
POTENSI ALAM HARUS MENJADI KEKUATAN EKONOMI, BUKAN SUMBER KERUSAKAN
Desa Penyak memiliki sejumlah potensi ekonomi yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Mulai dari pertambangan timah, sektor perikanan dan nelayan, perkebunan kelapa sawit, investasi tambak udang, hingga potensi kawasan hutan dan pesisir.
Bagi Bung Dodoy, seluruh potensi tersebut membutuhkan tata kelola yang baik, pengawasan, kepastian hukum, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat lokal.
Investasi perusahaan, misalnya, seharusnya tidak hanya dihitung dari besarnya modal yang masuk, tetapi juga dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat, kesempatan kerja bagi warga setempat, kontribusi sosial, dan kepatuhan terhadap ketentuan lingkungan.
Begitu pula pemanfaatan sumber daya alam harus memperhatikan keberlanjutan. Jangan sampai keuntungan ekonomi yang dinikmati saat ini justru dibayar mahal oleh generasi berikutnya akibat kerusakan lingkungan dan hilangnya sumber penghidupan masyarakat.
BUNG DODOY DORONG EKONOMI MANDIRI DAN GENERASI MUDA BERDAYA
Selain kritik sosial, buku tersebut juga memuat sejumlah gagasan strategis untuk mendorong Desa Penyak menjadi desa yang lebih mandiri.
Di antaranya penguatan koperasi dan ekonomi kerakyatan, peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan pemuda, transparansi anggaran desa, pengawasan bantuan sosial, peningkatan kesadaran hukum, serta perlindungan lingkungan hidup.
Ia juga menekankan pentingnya membangun budaya gotong royong dan tanggung jawab sosial. Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya hadir ketika menikmati hasil pembangunan, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap proses dan pengawasan pelaksanaannya.
Sebagai Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Milenial Bangka Tengah Keadilan, Dairi ingin menjadikan buku tersebut sebagai salah satu sarana edukasi sosial agar masyarakat semakin berani menyampaikan pendapat, memahami hak dan kewajibannya, serta ikut mengawal arah pembangunan.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan ditujukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap persoalan yang membutuhkan perhatian dan penyelesaian bersama.
“DESA MAJU BUKAN HANYA SOAL PEMBANGUNAN FISIK”
Bung Dodoy menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan desa tidak boleh hanya dilihat dari jalan yang dibangun, gedung yang berdiri, ataupun investasi yang masuk.
Lebih penting dari itu adalah bagaimana masyarakat semakin cerdas, memiliki penghasilan yang layak, mendapatkan kesempatan ekonomi, memahami hukum, serta mampu menjaga lingkungan tempat mereka hidup.
“Saya ingin masyarakat Desa Penyak mulai berpikir jauh ke depan. Jangan hanya melihat apa yang bisa kita nikmati hari ini, tetapi pikirkan juga apa yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu kita,” ungkap Dairi.
Ia berharap Desa Penyak ke depan mampu tumbuh menjadi desa yang memiliki kekuatan ekonomi, kualitas sumber daya manusia yang baik, kepemimpinan berintegritas, serta kehidupan sosial yang harmonis.
Menurutnya, perubahan tidak dapat dibangun hanya melalui kritik, tetapi membutuhkan keberanian untuk memperbaiki diri dan kemauan seluruh elemen masyarakat untuk berjalan bersama.
Melalui buku Kekuatan Bersama: Menembus Kebodohan dan Menuju Pembangunan Desa Penyak yang Mandiri, Bung Dodoy berharap muncul kesadaran baru bahwa masa depan desa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Sebab, kekuatan terbesar sebuah desa bukan semata-mata terletak pada kekayaan alamnya, melainkan pada kualitas manusia dan kemampuan masyarakatnya untuk bersatu membangun masa depan.
TENTANG PENULIS
Dairi, S.H. atau Bung Dodoy merupakan tokoh pemuda Bangka Tengah, Ketua LBH Milenial Bangka Tengah Keadilan, serta praktisi hukum/advokat yang memiliki perhatian terhadap persoalan sosial, kesadaran hukum, kepemimpinan, dan pembangunan masyarakat.
Judul buku: Kekuatan Bersama: Menembus Kebodohan dan Menuju Pembangunan Desa Penyak yang Mandiri.
Lokasi gagasan: Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
(Ind)
