NIAS, bhayangkarapos.com – Di tengah rimbunnya pepohonan Desa I’odano, Kecamatan Somolo-Molo, Sabtu (7/11/2026), sebuah momen haru terekam jelas: seorang ibu, ayah, anak-anak, dan personel Satgas TMMD berpose bangga di depan bangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) berwarna merah marun dengan atap seng bergelombang yang baru saja selesai. Capaian 100 persen untuk sasaran fisik di Titik 3 ini bukan sekadar tentang selesainya konstruksi, melainkan tentang kembalinya rasa aman dan martabat bagi sebuah keluarga. Bagi Faonasokhi Gulo dan keluarganya, MCK ini adalah jawaban atas kebutuhan paling dasar yang selama ini menjadi beban—sebuah ruang privat yang layak, bersih, dan aman untuk menjaga kebersihan tubuh tanpa rasa was-was.
“Kami mengucapkan banyak terima kasih atas pembangunan MCK ini melalui Program TMMD ke-130. Pembangunan ini sangat bermanfaat bagi kami sekeluarga,” ungkap Faonasokhi Gulo dengan senyum lebar kepada awak media. Kalimat sederhana ini menyimpan makna mendalam: bagi sebuah keluarga di pedesaan, memiliki MCK yang layak berarti tidak lagi harus mencari tempat sembarangan, tidak lagi malu saat tamu datang, dan tidak lagi khawatir anak-anak terkena penyakit akibat sanitasi buruk. Setiap dinding yang berdiri kokoh dan setiap tetes air yang mengalir lancar adalah investasi langsung terhadap kesehatan, pendidikan, dan harga diri penghuninya.
Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menegaskan bahwa MCK adalah fondasi kesejahteraan yang sering terabaikan namun vital. “Kami tidak hanya membangun toilet; kami sedang membangun kembali kepercayaan diri sebuah keluarga. Sanitasi yang layak adalah hak asasi, dan TNI hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kehadiran personel Satgas yang bekerja bahu-membahu dengan warga menciptakan ikatan emosional yang kuat, membuat masyarakat merasa memiliki aset ini sejak hari pertama.
Kehadiran Satgas TMMD yang menyelesaikan MCK di lokasi terpencil membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia memahami bahwa pertahanan negara dimulai dari ketahanan keluarga. Ketika prajurit menyerahkan kunci MCK kepada warga, ia sedang menyerahkan tanggung jawab bersama untuk merawat aset publik dan menjaga kebersihan lingkungan. Warisan TMMD ke-130 di Titik 3 I’odano kelak tidak hanya berupa bangunan sanitasi yang fungsional, tetapi juga kenangan indah tentang hari di mana TNI dan rakyat bersatu padu, mengubah keringat dan kelelahan menjadi senyum lega—simbol abadi bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat dibangun dari kepedulian terhadap hal paling privat namun paling universal: hak setiap manusia untuk hidup bersih, sehat, dan bermartabat di rumahnya sendiri.
