NIAS, bhayangkarapos.com – Di Desa I’odano, Kecamatan Somolo Molo, Sabtu (7/11/2026), cahaya matahari pagi memantul indah dari dinding gereja yang baru saja dicat ulang, menciptakan suasana khidmat yang langsung terasa bahkan sebelum pintu dibuka. Perehapan Gereja AFY melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 0213/Nias bukan sekadar renovasi fisik, melainkan transformasi total yang mengubah ruang ibadah menjadi tempat yang “terlihat seperti baru, lebih bersih, indah, dan nyaman”—sebuah standar estetika yang secara langsung mempengaruhi kualitas spiritualitas dan ketenangan batin jemaat saat beribadah.
Bapak Erisman Gulo, Guru Jemaat Gereja AFY Desa I’odano, menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran TNI. “Kami sangat berterima kasih. Dinding yang bersih dan cat yang segar bukan hanya soal tampilan; itu membuat kami merasa dihargai sebagai umat. Beribadah di sini sekarang terasa lebih khusyuk karena lingkungannya mendukung,” ungkapnya kepada awak media. Ia menegaskan bahwa perhatian Kodim 0213/Nias terhadap detail finishing menunjukkan pemahaman bahwa rumah ibadah adalah cerminan martabat komunitas, dan TNI hadir untuk memastikan cerminan tersebut tetap bersinar.
Kehadiran Satgas TMMD yang mengerjakan perehapan dengan presisi dan rasa hormat membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia memahami bahwa pertahanan negara juga berarti menjaga kerukunan dan kenyamanan beragama. Ketika prajurit memegang kuas cat di dalam gereja, ia sedang melukis pesan toleransi dan kepedulian yang tak tergoyahkan. Warisan TMMD ke-130 di Gereja AFY kelak tidak hanya berupa bangunan yang indah, tetapi juga keyakinan mendalam bahwa di negeri ini, setiap tempat suci dirawat dengan cinta—simbol abadi bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat dibangun dari kepedulian terhadap hal paling sakral: menyediakan ruang yang layak bagi jiwa untuk menemukan kedamaian dan kekuatan.
