NIAS,bhayangkarapos.com – Di titik 4 Desa Lewuoguru I, Kecamatan Somolo Molo, Selasa (4/11/2026), sebuah momen krusial dalam pembangunan infrastruktur sanitasi sedang berlangsung. Seorang personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0213/Nias, dengan konsentrasi penuh, menuangkan adukan beton dari ember ke atas rangka besi tulangan yang telah tersusun rapi di dalam bekisting kayu. Aksi presisi ini menandai capaian progres fisik pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sebesar 96 persen. Dokumentasi lapangan menampilkan detail teknis yang tidak boleh ditawar: lapisan beton segar yang mulai menyelimuti anyaman baja, memastikan bahwa lantai MCK kelak tidak akan retak, bocor, atau ambruk meski digunakan puluhan tahun—sebuah standar ketahanan yang menjadi jaminan kualitas bagi masyarakat pedesaan.
Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menjelaskan bahwa tahap pengecoran fondasi adalah jantung dari keseluruhan konstruksi MCK. “Ini bukan sekadar menutup tanah. Ini adalah menciptakan basis sanitasi yang higienis dan permanen. Tulangan besi yang kami pasang dan beton yang kami tuang hari ini adalah investasi kesehatan jangka panjang untuk warga Lewuoguru,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan warga dalam membantu pengadukan dan pemindahan material adalah bentuk partisipasi aktif yang membuat fasilitas ini kelak dirawat dengan rasa memiliki, bukan sebagai barang bantuan asing.
Kehadiran Satgas TMMD di lokasi pengecoran membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia memahami bahwa dignity manusia dimulai dari akses terhadap sanitasi yang layak dan aman. Ketika prajurit membungkuk menuangkan beton di tengah terik matahari, ia sedang menuangkan komitmen negara untuk menghapus stigma kemiskinan sanitasi. Warisan TMMD ke-130 di Lewuoguru I kelak tidak hanya berupa bangunan MCK yang fungsional, tetapi juga keyakinan mendalam bahwa setiap tetes keringat prajurit di atas tulangan besi adalah janji abadi bahwa TNI hadir bukan hanya untuk menjaga kedaulatan wilayah, tetapi juga untuk menjaga martabat dan kesehatan rakyat di titik paling dasar kehidupan.
