NIAS,bhayangkarapos.com – Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 di Kabupaten Nias memasuki fase kritis dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Hingga Minggu (25/10/2026), kelima unit rumah yang menjadi sasaran fisik telah masuk tahap pengerjaan intensif dengan progres yang terus meningkat. Dansatgas Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., memastikan bahwa seluruh pekerjaan dipantau ketat agar target penyelesaian tepat waktu dapat tercapai tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
Berdasarkan laporan lapangan terkini, capaian progres masing-masing unit RTLH adalah sebagai berikut:
* Rumah Keluarga Septiaman Gulo: 22%
* Rumah Ibu Fatina Halawa: 22%
* Rumah Ibu Yutisa Halawa: 17%
* Rumah Keluarga Neliyusman Gulo: 17%
* Rumah Keluarga Tahonogo Lombu: 15%
“Kami berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pengerjaan di lapangan. Pelaksanaan program harus berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima bantuan,” tegas Dandim. Pernyataan ini menegaskan bahwa TMMD tidak hanya mengejar kecepatan konstruksi, tetapi juga akuntabilitas dan dampak sosial yang berkelanjutan bagi lima keluarga yang selama ini hidup dalam kondisi hunian yang memprihatinkan.
Pengerjaan intensif ini melibatkan sinergi penuh antara personel Satgas, pemilik rumah, dan warga sekitar. Gotong royong dalam penyediaan material lokal dan tenaga kerja mempercepat laju pembangunan sekaligus memperkuat rasa kepemilikan komunitas terhadap hasil renovasi. Bagi para penerima manfaat, setiap persen progres yang bertambah hari ini adalah langkah pasti menuju kehidupan yang lebih layak, aman, dan bermartabat.
Satgas TMMD ke-130 optimis seluruh target lima unit RTLH dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan. Renovasi rumah kali ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan wujud kehadiran negara di tengah rakyat yang paling membutuhkan. Kemanunggalan TNI-Rakyat terbukti dari keringat yang tertumpah demi mewujudkan atap kokoh dan dinding kuat bagi saudara-saudara sebangsa di pelosok Nias.
