GUNUNGSITOLI, bhayangkarapos.com – Komitmen kuat untuk mewujudkan wilayah Nias bebas dari bahaya narkotika kembali ditegaskan melalui kegiatan Press Release Pengungkapan Tindak Pidana Narkotika sekaligus Deklarasi Anti Narkoba yang digelar secara daring oleh Polres Nias, Jumat (23/10/2026). Acara yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB ini menyatukan tekad Polresta Nias, Pemerintah Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, serta berbagai elemen masyarakat untuk bersinergi memerangi peredaran gelap narkoba.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolres Nias AKBP Ponzi Indra, S.Kom., S.I.K., M.Tr.Mil., Wali Kota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, S.E., M.Si., Bupati Nias Utara Amizaro Waruwu, S.Pd., Ketua DPRD Kota Gunungsitoli Adrianus Zega, S.T., M.Psi., serta perwakilan Kodim 0213/Nias, Kejaksaan, BNNK, tokoh agama, tokoh adat, organisasi kepemudaan, dan pelajar. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pemberantasan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Plt. Kasi Humas Polres Nias Aiptu Aris Gulo, SH menjelaskan bahwa press release daring ini merupakan wujud transparansi Polri dalam menyampaikan informasi penegakan hukum kepada publik. Selain mengungkap kasus, deklarasi anti narkoba menjadi momentum pernyataan sikap kolektif untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Sinergi ini dinilai krusial karena pencegahan efektif harus dimulai dari lingkungan terkecil seperti keluarga, sekolah, dan komunitas.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan dugaan peredaran atau penyalahgunaan narkoba kepada kepolisian. Keterlibatan pelajar juga menjadi kunci agar generasi muda memiliki kesadaran dini untuk menjauhi narkoba dan menjadi pelopor lingkungan pendidikan yang sehat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi ini, Polresta Nias berkomitmen terus mendukung penegakan hukum sekaligus mendorong langkah pencegahan berkelanjutan. Kegiatan yang berjalan aman dan lancar ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah modal utama untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.
