Skip to content
-
Subscribe to our newsletter & never miss our best posts. Subscribe Now!
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
  • Home
  • Berita
  • TNI
  • Politik
  • Polri
  • Redaksi

About This Site

This may be a good place to introduce yourself and your site or include some credits.

Recent Posts

  • Ketua Umum PPAL Hadiri Peresmian KRI Sriwijaya-100
  • Bukan Sekadar Hadir, Bhabinkamtibmas Polres Nias Selatan Didorong Jadi Problem Solver di Tengah Masyarakat
  • Black Stone Airline Tambah Dua Armada, Bamsoet Dorong Penerbangan Kargo Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Industri
  • Enam Terdakwa Korupsi Pembangunan RSU Kelas D Nias Didakwa, Eksepsi Digelar Pekan Depan
  • Jamuan Makan Malam Eratkan Persahabatan TNI AU dan FASF

Meta

  • Log in
  • Entries feed
  • Comments feed
  • WordPress.org

Find Us

Address
123 Main Street
New York, NY 10001

Hours
Monday–Friday: 9:00AM–5:00PM
Saturday & Sunday: 11:00AM–3:00PM

  • Home
  • Berita
  • TNI
  • Politik
  • Polri
  • Redaksi
Subscribe
Close

Search

  • Home
  • Berita
  • TNI
  • Politik
  • Polri
  • Redaksi
  • Home
  • Berita
  • TNI
  • Politik
  • Polri
  • Redaksi
  • https://www.facebook.com/
  • https://twitter.com/
  • https://t.me/
  • https://www.instagram.com/
  • https://youtube.com/
BeritaNasional

BNN JALANI PEMERIKSAAN KINERJA BPK, KAWAL OPTIMALISASI LAYANAN REHABILITASI

By admin
September 23, 2026 2 Min Read
0

Jakarta,Bhayangkarapos.comĀ 

Badan Narkotika Nasional (BNN) memasuki tahap pemeriksaan kinerja oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas kegiatan peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial pecandu narkotika yang diselenggarakan oleh pemerintah dan masyarakat tahun 2024 hingga Semester I 2026. Tahap awal pemeriksaan ditandai dengan pelaksanaan Entry Meeting yang berlangsung di Gedung Tan Satrisna BNN, Cawang, Jakarta Timur, pada Selasa (22/9).

Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI, Tantan Sulistyana, menyampaikan bahwa pemeriksaan kinerja tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong perbaikan dan penguatan tata kelola di lingkungan BNN, sekaligus meningkatkan kualitas dan efektivitas penyelenggaraan layanan rehabilitasi. Menurutnya, penguatan kapasitas lembaga rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial perlu terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian penting dalam penanganan permasalahan narkotika.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara I BPK RI, Sarjono, menjelaskan latar belakang dilakukannya pemeriksaan kinerja, khususnya pada bidang rehabilitasi. Pemeriksaan tersebut merupakan kelanjutan dari pemeriksaan pendahuluan yang sebelumnya mengidentifikasi lima area potensial, yakni pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, pemberantasan, rehabilitasi, kerja sama, serta data dan penelitian. Dari lima area tersebut, rehabilitasi menjadi salah satu fokus karena memiliki urgensi tinggi, terutama adanya kesenjangan antara jumlah prevalensi penyalahgunaan narkotika dan kapasitas rehabilitasi yang tersedia.

Berdasarkan hasil survei prevalensi penyalahguna narkotika hasil kolaborasi BNN, BRIN, dan BPS, jumlah penyalahguna narkotika pada 2025 mencapai 4,15 juta orang. Sementara itu, kapasitas layanan rehabilitasi yang tersedia baru mampu menjangkau sekitar 0,48 persen dari jumlah tersebut. Kesenjangan inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam pemeriksaan kinerja BPK, khususnya untuk melihat sejauh mana peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi telah mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemeriksaan yang akan berlangsung hingga 20 November 2026 dengan sampel pemeriksaan BNN Pusat, BNN Provinsi Daerah Khusus Jakarta, BNN Provinsi Sumatera Utara, BNN Provinsi Kepulauan Riau, BNN Provinsi Jawa Barat, BNN Provinsi Jawa Timur, dan Balai Rehabilitasi ini tidak hanya melihat kapasitas lembaga rehabilitasi, tetapi juga mencakup aspek sumber daya, pelaksanaan kegiatan peningkatan kemampuan, kolaborasi dengan instansi terkait, serta dukungan data dan informasi dalam penyelenggaraan layanan rehabilitasi.

Sestama BNN RI menegaskan komitmen BNN untuk mendukung pelaksanaan pemeriksaan secara terbuka, objektif, dan kooperatif. Seluruh jajaran BNN diminta memberikan data, dokumen, informasi, serta klarifikasi yang dibutuhkan tim pemeriksa BPK sesuai kondisi dan fakta yang ada. Melalui pemeriksaan ini, BNN berharap memperoleh rekomendasi yang konstruktif untuk memperbaiki berbagai aspek penyelenggaraan rehabilitasi sekaligus meningkatkan manfaat layanan bagi masyarakat.

#warondrugsforhumanity

BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN

Author

admin

Follow Me
Other Articles
Previous

Kapolres Nias Sambangi Makodim 0213/Nias, Dandim : Sinergitas TNI-Polri Harus Semakin Erat

Next

BNN JALANI PEMERIKSAAN KINERJA BPK, KAWAL OPTIMALISASI LAYANAN REHABILITASI

No Comment! Be the first one.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Search

Recent Posts

  • Ketua Umum PPAL Hadiri Peresmian KRI Sriwijaya-100
  • Bukan Sekadar Hadir, Bhabinkamtibmas Polres Nias Selatan Didorong Jadi Problem Solver di Tengah Masyarakat
  • Black Stone Airline Tambah Dua Armada, Bamsoet Dorong Penerbangan Kargo Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Industri
  • Enam Terdakwa Korupsi Pembangunan RSU Kelas D Nias Didakwa, Eksepsi Digelar Pekan Depan
  • Jamuan Makan Malam Eratkan Persahabatan TNI AU dan FASF

About This Site

This may be a good place to introduce yourself and your site or include some credits.

Recent Posts

  • Ketua Umum PPAL Hadiri Peresmian KRI Sriwijaya-100
  • Bukan Sekadar Hadir, Bhabinkamtibmas Polres Nias Selatan Didorong Jadi Problem Solver di Tengah Masyarakat
  • Black Stone Airline Tambah Dua Armada, Bamsoet Dorong Penerbangan Kargo Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Industri
  • Enam Terdakwa Korupsi Pembangunan RSU Kelas D Nias Didakwa, Eksepsi Digelar Pekan Depan
  • Jamuan Makan Malam Eratkan Persahabatan TNI AU dan FASF

Archives

  • September 2026 (843)
Copyright 2026 — . All rights reserved. Blogsy WordPress Theme