GUNUNGSITOLI – bhayangkarapos.com
Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti TNI AD Untuk Rakyat Tahun 2026 secara resmi mengakhiri rangkaian kegiatannya di Kepulauan Nias melalui upacara penutupan yang berlangsung khidmat di Alun-Alun Kota Gunungsitoli, Kamis (27/8/2026). Acara ini menjadi momentum penting yang menandai keberhasilan kolaborasi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur serta penguatan ketahanan wilayah.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Komandan Korem (Danrem) 023/Kawal Samudera Kolonel Inf Iwan Budiarso, didampingi oleh Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H. Upacara dipimpin oleh Kasdim 0213/Nias Mayor Inf Elifati Zebua sebagai Komandan Upacara, dengan Perwira Upacara Mayor Inf Yustinus Waruwu, S.E., M.I.P. Suasana semakin haru dan meriah dengan kehadiran Tim Persrem 023/KS sebagai pembawa acara serta doa bersama yang dipimpin perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gunungsitoli.
Tidak hanya seremonial, upacara penutupan ini dirangkaikan dengan kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ribuan warga menyaksikan prosesi maena massal yang menampilkan kekompakan budaya lokal, diikuti dengan pelayanan pengobatan massal gratis dan pembagian bantuan sembako bagi keluarga kurang mampu. Aktivitas ini menegaskan bahwa kehadiran TNI tidak hanya membawa semen dan besi, tetapi juga kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan rakyat.

Usai upacara, Danrem 023/KS beserta rombongan langsung melakukan monitoring lapangan untuk memastikan kualitas hasil pembangunan. Salah satu titik tinjauan utama adalah Desa Bawadesolo, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, di mana Satgas berhasil menyelesaikan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan jembatan beton permanen. Kunjungan ini menunjukkan komitmen pimpinan TNI AD untuk memastikan setiap proyek memberikan manfaat nyata dan tahan lama bagi warga.
Dalam amanatnya, Danrem 023/KS membacakan sambutan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa yang mengusung tema “Karya Bakti Skala Besar Dalam Rangka Menguatkan Ketahanan Wilayah di Kepulauan Nias Tahun 2026.” Pangdam menekankan bahwa program ini adalah wujud konkret TNI AD dalam memperkuat ketahanan nasional dari tingkat desa.
“TNI AD hadir bukan untuk menggantikan peran pemerintah, melainkan untuk bersinergi. Kami mengucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Daerah atas kepercayaan yang diberikan, serta kepada seluruh masyarakat dan anggota Satgas yang telah bekerja bahu-membahu dengan semangat gotong royong,” ujar Danrem membacakan amanat Pangdam.
Apresiasi serupa disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nias Barat, Ernawati Gulo, yang mewakili pemerintah daerah. Ia menyatakan bahwa program Karya Bakti TNI AD telah membuka akses ekonomi baru dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara signifikan.
“Mewakili pemerintah dan masyarakat, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Presiden RI, jajaran TNI AD, dan semua pihak yang terlibat. Pembangunan infrastruktur seperti jembatan, RTLH, perehapan sekolah, dan rumah ibadah telah membuka isolasi wilayah dan mendongkrak perekonomian lokal. Kami berharap sinergi ini terus berlanjut,” tegas Ernawati.
Upacara penutupan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat strategis, termasuk Kapendam I/BB, Bupati Nias, Bupati Nias Utara, Kajari Gunungsitoli, Dandim 0213/Nias, Kepala Kantor Imigrasi Kepulauan Nias, Dandenkes Sibolga, Danyon 903/BS, perwakilan Kapolres, Sekda Kota Gunungsitoli, Sekda Nias Barat, Kakan Basarnas Nias, Ka LPP RRI Gunungsitoli, serta berbagai elemen masyarakat seperti Ketua PPAD, Pepabri, FKPPI, dan tokoh agama.
Dengan berakhirnya Kegiatan Karya Bakti Skala Besar TNI AD Tahun 2026 di Kepulauan Nias, diharapkan bukan menjadi akhir dari hubungan baik yang telah terjalin. Sebaliknya, ini menjadi fondasi kuat untuk kemitraan berkelanjutan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan pembangunan demi terciptanya wilayah Nias yang maju, aman, dan sejahtera.
@Ram






