Polres Lebak Gelar Rakor Antisipasi Dampak El Nino dan Bencana Kekeringan

Berita, Polri14 Dilihat

Lebak,Bhayangkarapos.com

Polres Lebak menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka mengantisipasi fenomena El Nino dan bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Lebak. Kegiatan berlangsung di Aula Atas Polres Lebak, Rabu (26/8/2026).

Rakor dipimpin langsung Kapolres Lebak AKBP Arninsi, S.H., S.I.K., M.Si., dan dihadiri Wakapolres Lebak Kompol Eddy Prasetyo H., S.E., M.M., Plt. Kadis PUPR Lebak H. Dade Yan Apriyandi, S.S.T., M.Si., Kepala BPBD Kabupaten Lebak H. Sukanta, S.Pd., M.Mpd., Kepala PMI UPTD Kabupaten Lebak Asep Komar Hidayat, Direktur Perumdam Tirta Kalimaya Kabupaten Lebak Nikmatullah, Kasi Damkar Lebak Ruli, para PJU, perwira, serta para Kapolsek jajaran Polres Lebak.

Kapolres Lebak AKBP Arninsi mengatakan, antisipasi dampak El Nino dan kekeringan membutuhkan sinergi seluruh stakeholder, karena persoalan tersebut menyangkut kebutuhan masyarakat dan kondisi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Lebak.

“Fenomena El Nino dan bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Lebak tidak hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Ini menyangkut kepentingan masyarakat dan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Lebak,” ujar AKBP Arninsi.

Kapolres menjelaskan, Polres Lebak sebelumnya telah mengambil langkah nyata dengan mempersiapkan Posko Satgas di TPA Dengung sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana.

Selain itu, jajaran Polres Lebak bersama TNI, BPBD dan stakeholder terkait telah melakukan pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang terdampak kekeringan.

“Sekarang baru bulan Agustus, masih ada satu bulan ke depan hingga September. Kami mohon kerja sama seluruh pihak terkait untuk bersama-sama mengatasi dampak fenomena El Nino dan kekeringan, sehingga masyarakat dapat terbantu dan tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan air bersih,” kata Kapolres.

AKBP Arninsi menambahkan, Polres Lebak juga akan mendorong pembuatan sumur bor di sejumlah titik yang mengalami kekeringan sebagai salah satu upaya membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Lebak H. Sukanta menyampaikan bahwa penanggulangan bencana membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Hingga saat ini, distribusi air bersih telah mencapai 407.000 liter yang disalurkan ke 17 kecamatan dan 50 desa, serta membantu sekitar 13.374 KK.

“Sinergi dan kolaborasi antarlembaga sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi kondisi kekeringan,” ujar H. Sukanta.

Melalui Rakor tersebut, Polres Lebak bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, PMI, Perumdam, Damkar dan stakeholder terkait berkomitmen memperkuat sinergi dalam mengantisipasi dampak El Nino dan bencana kekeringan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan dan bantuan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *