Polda Lampung Perkuat Sinergi Mitigasi Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial

Berita, Daerah, Polri12 Dilihat

 

BANDAR LAMPUNG – bhayangkarapos.com

Polda Lampung terus memperkuat langkah pencegahan penyebaran berita bohong (hoaks) dan ujaran kebencian di ruang digital sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Provinsi Lampung.

 

Upaya tersebut dilakukan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Dit Binmas) Polda Lampung melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mitigasi Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial Guna Mewujudkan Kamtibmas yang Kondusif di Provinsi Lampung”, yang digelar di Ballroom Hotel Golden Tulip, Kamis (20/8/2026).

 

Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur Binmas Polda Lampung yang diwakili Wakil Direktur Binmas Polda Lampung AKBP Abdul Rahman Napitupulu, S.H., M.M.

 

FGD menjadi wadah untuk memperkuat sinergi sekaligus meningkatkan pemahaman berbagai pihak dalam menghadapi dinamika penyebaran informasi di media sosial, khususnya konten hoaks, provokasi, maupun ujaran kebencian yang berpotensi mengganggu stabilitas Kamtibmas.

 

AKBP Abdul Rahman menekankan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menggunakan media sosial secara bijak. Masyarakat diharapkan tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

 

Menurutnya, ruang digital memiliki peran besar dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemanfaatannya harus diiringi dengan tanggung jawab, kehati-hatian, serta kemampuan untuk memilah dan memverifikasi setiap informasi sebelum dibagikan.

 

“Setiap informasi yang diterima perlu disaring dan diverifikasi terlebih dahulu. Jangan sampai media sosial justru menjadi ruang penyebaran hoaks, provokasi dan ujaran kebencian yang dapat memicu gangguan Kamtibmas,” tegasnya.

 

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang sehat, aman dan damai dengan mengedepankan etika serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang bersifat memecah belah.

 

Polda Lampung melalui Dit Binmas juga terus mendorong edukasi dan komunikasi kepada masyarakat agar semakin cerdas dalam bermedia sosial. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah potensi konflik sejak dini sekaligus menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.

 

“Mari bersama-sama bijak bermedia sosial. Saring sebelum sharing, pastikan informasi yang diterima benar dan tidak mengandung unsur provokasi maupun ujaran kebencian,” pungkasnya.

 

Melalui kegiatan FGD ini, Polda Lampung berharap terbangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat untuk menjadikan media sosial sebagai sarana komunikasi yang positif, sekaligus memperkuat persatuan dan menjaga kondusivitas di Provinsi Lampung.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *