NIAS,bhayangkarapos.com – Komitmen Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 0213/Nias dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat kembali terlihat di lapangan. Pada Jumat (30/10/2026), progres pembangunan sumur bor air bersih di lingkungan Kantor Camat Somolo Molo telah mencapai 60 persen. Dokumentasi kegiatan menunjukkan seorang prajurit Satgas yang sedang berjongkok di atas rumput, dengan fokus tinggi memotong pipa HDPE menggunakan angle grinder, simbolisasi kerja keras yang presisi demi kelancaran instalasi jaringan air bersih.
Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menegaskan bahwa pengerjaan akan terus digenjot agar target penyelesaian tercapai tepat waktu. “Untuk progres sampai hari ini sudah mencapai 60 persen, dan pengerjaan sasaran ini akan terus dilaksanakan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap potongan pipa dan sambungan yang dilakukan personel bukan sekadar tugas teknis, melainkan upaya nyata membawa harapan bagi warga yang selama ini kesulitan mengakses air layak konsumsi. Ketekunan prajurit di lapangan menjadi jaminan bahwa kualitas konstruksi akan terjaga hingga tahap pengujian aliran air.
Pembangunan sumur bor ini merupakan wujud kontribusi TNI AD dalam menjawab tantangan infrastruktur dasar di wilayah pedesaan. Lokasi strategis di Kantor Camat Somolo Molo dipilih agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas, tidak hanya oleh aparatur pemerintah tetapi juga masyarakat sekitar yang sering beraktivitas di area tersebut. Sinergi antara keahlian teknik personel Satgas dan dukungan logistik dari Kodim memastikan bahwa setiap tahapan—mulai dari pengeboran, pemasangan pompa, hingga distribusi pipa—berjalan efisien dan sesuai standar operasional.
Melalui akselerasi progres yang konsisten ini, Satgas TMMD ke-130 membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat selalu membawa solusi konkret. Tetes air bersih yang kelak mengalir dari sumur bor ini adalah buah dari keringat dan dedikasi prajurit yang bekerja tanpa mengenal lelah. Dengan fondasi ketekunan dan profesionalisme, program ini tidak hanya meninggalkan aset fisik, tetapi juga warisan kemanunggalan yang akan terus mengalirkan kehidupan bagi warga Somolo Molo dan sekitarnya.
