NIAS,bhayangkarapos.com – Di halaman SDN Lewoguru I, Kecamatan Somolo Molo, Sabtu (7/11/2026), deretan wajah ceria siswa-siswi berseragam putih-merah berpose bangga di samping bangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) baru yang berdiri kokoh. Capaian penyelesaian fasilitas sanitasi ini melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 TA 2026 Kodim 0213/Nias bukan sekadar tentang selesainya konstruksi fisik, melainkan tentang terciptanya lingkungan belajar yang manusiawi. Bagi ratusan anak di sekolah ini, memiliki MCK dengan dua pintu dan septic tank yang layak berarti tidak lagi harus menahan buang air kecil karena malu atau takut, tidak lagi absen sekolah saat sakit perut, dan bisa fokus belajar dengan tenang—sebuah perubahan fundamental yang langsung berdampak pada kualitas pendidikan dan kesehatan generasi muda.
Kepala SDN Lewoguru I, Rosmawati Waruwu, menyampaikan apresiasi mendalam kepada TNI dan Pemerintah Daerah. “Kami atas nama keluarga besar SDN Lewoguru I mengucapkan banyak terima kasih. Program ini sangat membantu pihak sekolah. Kami merasa bersyukur atas perhatian TNI dan Pemerintah Daerah yang telah membantu menyediakan fasilitas MCK bagi kebutuhan sekolah kami,” ungkapnya kepada awak media. Kalimat sederhana ini menyimpan makna luar biasa: bagi seorang kepala sekolah di daerah terpencil, sanitasi yang layak adalah prasyarat mutlak untuk menciptakan ekosistem belajar yang sehat, aman, dan bermartabat bagi setiap anak didik.
Komandan Kodim (Dandim) 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menegaskan bahwa MCK sekolah adalah investasi masa depan bangsa. “Kami tidak hanya membangun toilet; kami sedang membangun kembali kepercayaan diri anak-anak untuk belajar tanpa hambatan. Sanitasi yang bersih dan privat adalah hak dasar setiap siswa, dan TNI hadir untuk memastikan hak itu terpenuhi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi antara TNI, Pemda, dan masyarakat dalam pembangunan ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kepedulian terhadap kesejahteraan fisik dan psikologis peserta didik.
Kehadiran Satgas TMMD yang menyelesaikan MCK di lingkungan sekolah membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia memahami bahwa pertahanan negara juga berarti melindungi masa depan melalui pendidikan yang berkualitas. Ketika prajurit menyerahkan kunci MCK kepada kepala sekolah, ia sedang menyerahkan tanggung jawab bersama untuk merawat aset publik dan menjaga kebersihan lingkungan belajar. Warisan TMMD ke-130 di SDN Lewoguru I kelak tidak hanya berupa bangunan sanitasi yang fungsional, tetapi juga kenangan indah tentang hari di mana TNI, guru, dan siswa bersatu padu, mengubah keringat dan kelelahan menjadi senyum lega—simbol abadi bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat dibangun dari kepedulian terhadap hal paling mendasar: hak setiap anak untuk belajar dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh martabat.
