NIAS,bhayangkarapos.com – Di sudut hijau Desa I’odano, Kecamatan Somolo Molo, Selasa (4/11/2026), seorang personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0213/Nias berjongkok telaten di atas struktur beton, memasang papan kayu sebagai penutup bak penampungan air limbah. Aksi sederhana namun krusial ini menandai capaian progres fisik pembangunan Mandi, Cuci, Kakus (MCK) sebesar 95 persen. Dokumentasi lapangan menampilkan detail pekerjaan finishing yang presisi: tangan prajurit yang menyesuaikan posisi kayu agar rapat dan aman, memastikan tidak ada celah bagi vektor penyakit atau bau tak sedap—sebuah standar kualitas yang sering terlewatkan dalam pembangunan sanitasi pedesaan, namun menjadi prioritas utama Satgas TMMD kali ini.
Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menegaskan bahwa MCK bukan sekadar bangunan empat dinding, melainkan benteng pertama pertahanan kesehatan masyarakat. “Sanitasi yang layak adalah hak dasar. Penutupan bak yang rapi ini penting untuk mencegah kontaminasi tanah dan sumber air warga. Kami tidak ingin membangun fasilitas yang justru menimbulkan masalah baru,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa sinergi dengan warga dalam penyelesaian tahap akhir ini membuktikan bahwa kepemilikan fasilitas ini sudah dirasakan oleh masyarakat sejak proses pembangunan, bukan hanya setelah serah terima.
Kehadiran Satgas TMMD di titik sanitasi Desa I’odano membuktikan bahwa Tentara Nasional Indonesia memahami bahwa kesejahteraan dimulai dari hal paling privat: kebersihan tubuh dan lingkungan. Ketika prajurit membungkuk memasang penutup bak di tengah lumpur dan dedaunan, ia sedang menutup siklus kemiskinan sanitasi yang telah berlangsung lama. Warisan TMMD ke-130 di sini kelak tidak hanya berupa bangunan MCK yang fungsional dan higienis, tetapi juga perubahan perilaku hidup bersih yang tertanam lewat contoh nyata—simbol abadi bahwa kemanunggalan TNI-Rakyat dibangun dari kepedulian terhadap dignity manusia, dimulai dari tempat yang paling sederhana namun paling bermartabat.
