Penelitian Program Karbak TNI AD di Nias Rampung, Dandim 0213/Nias: Tingkatkan Analisis dan Wawasan Kewilayahan

Berita, Daerah, Nasional, TNI22 Dilihat

 

Gunungsitoli – bhayangkarapos.com

Tim Kuliah Kerja Lapangan (KKL) Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (SESKOAD) bersama Mahasiswi UGM,UMSU dan UNIAS, yang melaksanakan kunjungan kerja ke Kepulauan Nias dalam rangka penelitian terhadap pelaksanaan Program Karya Bakti (Karbak) TNI AD Untuk Rakyat Tahun 2026, resmi mengakhiri rangkaian kegiatannya dan kembali ke Jakarta, Sabtu (29/8/2026).

Kunjungan Tim KKL tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan penelitian dan evaluasi terhadap pelaksanaan Program Bakti TNI Unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), sekaligus melihat secara langsung dampak program terhadap masyarakat serta penguatan kolaborasi dalam penanganan bencana dan pembangunan infrastruktur di wilayah Kepulauan Nias.

Selama berada di Kepulauan Nias, tim bersama para peneliti dan akademisi melakukan peninjauan serta melihat secara langsung sejumlah program unggulan TNI AD, di antaranya pembangunan jembatan, Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta sarana air bersih berupa sumur bor yang telah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Priyono Suryanto, S.Hut., M.P., Ph.D., mengatakan bahwa hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya progres yang signifikan dari pelaksanaan program tersebut, khususnya dalam membantu meningkatkan aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat.

“Kami melihat secara langsung bahwa manfaat program ini telah menunjukkan progres yang signifikan bagi masyarakat. Contohnya pembangunan jembatan yang sangat membantu kelancaran aktivitas masyarakat, baik dalam kegiatan perekonomian maupun bagi anak-anak sekolah,” ujar Prof. Dr. Priyono.

Menurutnya, keberadaan jembatan juga memberikan solusi terhadap kendala mobilitas masyarakat ketika terjadi banjir. Jika sebelumnya aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar, kerap terganggu saat banjir, kini mobilitas dapat tetap berlangsung dengan lebih baik.

“Selama ini kalau terjadi banjir, aktivitas masyarakat dan anak sekolah bisa terhenti. Dengan adanya jembatan, kegiatan masyarakat tidak lagi terlalu terkendala, baik siang, sore maupun malam. Dampaknya juga dirasakan secara langsung terhadap perekonomian dan perdagangan masyarakat,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Mahasiswi UGM, Gabriella Patricia, selaku Asisten Peneliti Program Studi Magister Ilmu Ketahanan Nasional. Ia menilai Program Bina Bakti TNI AD memberikan dampak positif terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan sarana air bersih.

“TNI Angkatan Darat memiliki program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, salah satunya Bina Bakti TNI. Seperti sumur bor yang sangat membantu warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Gabriella.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Kepulauan Nias yang memiliki sejumlah wilayah dengan kontur perbukitan turut menjadi tantangan tersendiri dalam pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Dengan adanya sarana air bersih ini, masyarakat sangat senang karena mereka tidak lagi hanya bergantung pada air hujan maupun air sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan, Elfa Safira, dari Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam, mengungkapkan bahwa selama berada di Kepulauan Nias, dirinya bersama tim juga melakukan wawancara secara langsung dengan sejumlah penerima manfaat Program Karbak TNI AD.

Menurutnya, hasil wawancara menunjukkan bahwa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sangat dibutuhkan masyarakat dan memberikan perubahan nyata terhadap kualitas kehidupan penerima manfaat.

“Saya sudah melakukan wawancara kepada beberapa penerima manfaat. Mereka menyampaikan bahwa sebelumnya kondisi rumah mereka sangat memprihatinkan, seperti atap yang bocor, dinding yang berlubang, serta lantai yang sudah basah dan tidak layak,” ujar Elfa.

Ia menambahkan, setelah mendapatkan bantuan pembangunan rumah layak huni, masyarakat merasa lebih nyaman dan memiliki tempat tinggal yang lebih aman untuk menjalani kehidupan sehari-hari., tambahnya.

Di sela-sela rangkaian kegiatan tersebut, Komandan Kodim 0213/Nias, Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., menyampaikan bahwa pelaksanaan KKL SESKOAD bersama Mahasiswi dari UGM, UMSU dan UNIAS di Kepulauan Nias diharapkan dapat memberikan pengalaman sekaligus gambaran faktual kepada para Perwira Siswa (Pasis) dan mahasiswa mengenai kondisi kewilayahan serta pelaksanaan program TNI AD di tengah masyarakat.

“Melalui kegiatan Kuliah Kerja Lapangan ini, diharapkan para Pasis serta mahasiswa dari UGM, UMSU dan UNIAS dapat memperoleh pengalaman dan gambaran faktual mengenai kondisi kewilayahan di Kepulauan Nias. Hal tersebut dapat menjadi bahan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan analisis dan wawasan kewilayahan di masa mendatang,” ujar Dandim.

Dengan berakhirnya rangkaian kunjungan tersebut, hasil penelitian dan berbagai temuan di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi serta masukan dalam pengembangan program-program Bakti TNI ke depan, sehingga manfaatnya dapat semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan dan pembangunan di wilayah Kepulauan Nias.

Red