STADION MINI BADAU MASIH DALAM MASA PEMELIHARAAN

Berita957 Dilihat

Belitung-Ditemui di Kantor Dispora Kabupaten Belitung PPK kegiatan pembangunan Stadion Mini Badau Rabu (10-01-24) Sukaria, S.AP menjelaskan Stadion Mini yang dibangun dengan menggunakan dana APBD tahun anggaran 2023 senilai 1,802 Milyar dan dikerjakan oleh CV. AMANAH BUNDA selalu perusahaan pemenang tender Konsultan Perencanaannya CV ASATA AJI UTAMA dan Konsultan Pengawasannya CV DZIPAS CONSULT melalui proses di ULP dengan masa kontrak selama 7 (tujuh) bulan sejak 15 Juni 2023 hingga 28 Desember 2023, mengenai kontraktor mana saja yang ikut dalam lelang Karyak (panggilan akrab Sukaria-red) mengatakan ada 3 (Tiga) perusahaan namun tidak tahu siapa saja yang lainnya itu.

Stadion yang dibangun diatas tanah seluas 24.510 m² ini bersertifikat dengan nomor 00053 tertanggal 23 Maret 2022 yang diperoleh dari hibah pemerintah Desa Badau sesuai SK Bupati Belitung Nomor:188.45/219/Kep/BPKAD/2022. Tanggal 28 April 2022 sudah selesai dan saat ini masih dalam masa pemeliharaan hingga 18 Juni 2024, nanti kalau sudah habis masa pemeliharaannya baru akan dipergunakan dulu untuk kegiatan POPDA (Pekan Olahraga Pelajar Daerah) yang akan digelar pada bulan Juli 2024 yang akan datang dan apabila volume pertandingan meningkat dan Stadion Pangkallalang tidak memungkinkan digelar pertandingan maka kami (Dispora) akan mempergunakan Stadion Mini Badau ini terlebih dahulu, jadi belum akan diserahkan ke pihak pemerintah Kecamatan. Pada bagian lain Azhari selalu Camat Badau lewat Pesan Whatsapp saat diwawancarai Bhayangkara Pos mengatakan bahwa pihaknya belum mendapatkan informasi atau surat pemberitahuan kalau nantinya stadion itu akan diserahkan kepada pemerintahan kecamatan dan saya juga tidak tahu tanah itu hibah dari Desa atau kecamatan sebab saya baru menjabat sebagai camat, tapi yang jelas tanah ini bukan milik kecamatan demikian Azhari menjelaskan.

Stadion Mini ini hanya akan digunakan untuk pertandingan Sepak Bola saja dan tidak ada sarana lain seperti atletik dan lainnya. Tribun penonton yang beberapa waktu lalu sempat mencuat beritanya karena ukuran pondasi yang tidak sesuai dengan bestek dikatakan Sukaria udah diclearkan, udah dak ada masalah ungkapnya.

Pemeliharaan yang dilakukan leh pihak ketiga (kontraktor) saat ini berfokus pada rumput yang digunakan oleh stadion PAKANSARI SARI Bogor sesuai studi banding konsultan Perencanaan dan konsultan Pelaksanaan yang ditugaskan oleh Dispora Kabupaten Belitung sebelum kegiatan pembangunan dimulai. Sukaria juga mengatakan jenis rumput yang ditanam adalah ZOYSIA JAPONICA  atau biasa disebut Rumput Jepang sedangkan di negara-negara yang berbahasa Inggris rumput ini disebut KOREAN LAWN GRESS, rumput ini dibeli dari luar daerah sebagian dan dari dalam daerah juga sebagian lanjut Sukaria.

Nantinya kami ingin agar masyarakat Badau dapat mempergunakan Stadion Mini ini semaksimal mungkin sehingga mampu menghasilkan olahragawan yang profesional di bidang sepak bola. Kami akan serahkan Stadion ini kepada pemerintah kecamatan sekaligus untuk selanjutnya perawatan dan pemeliharaan nya juga kami serahkan kepada pemerintahan Kecamatan Badau pungkasnya. (Jr’65)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *