NIAS,bhayangkarapos.com – Sinergi kemanunggalan TNI-Rakyat kembali terlihat nyata di pelosok Desa Lewuoguru I, Kecamatan Somolo Molo. Pada Jumat (30/10/2026), progres pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Titik 4 program TMMD ke-130 TA 2026 Kodim 0213/Nias telah mencapai 70 persen. Dokumentasi kegiatan menampilkan momen inspiratif di mana seorang prajurit Satgas dan warga setempat bekerja berdampingan di dalam lubang galian; sang prajurit telaten menyusun batako untuk dinding septic tank sementara warga mengawasi dan membantu penataan material, simbolisasi bahwa pembangunan sanitasi ini adalah milik bersama yang dikerjakan dengan tangan sendiri.
Komandan Kodim 0213/Nias Letkol Inf Indra Rukmana, S.H., mengapresiasi semangat gotong royong yang menjadi kunci percepatan progres. “Kerja sama langsung antara personel Satgas dan warga di dalam galian ini membuktikan bahwa TMMD bukan sekadar proyek fisik, melainkan perekat sosial,” ujarnya. Ia menekankan bahwa keterlibatan aktif masyarakat sejak tahap konstruksi menjamin rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas yang dibangun. Hal ini penting agar MCK nantinya tidak hanya berfungsi saat serah terima, tetapi juga terawat berkelanjutan oleh warga karena mereka ikut merasakan keringat dalam pembuatannya.
Pembangunan MCK di Titik 4 ini merupakan respons konkret terhadap kebutuhan sanitasi dasar yang mendesak di wilayah pedesaan. Fasilitas yang layak adalah fondasi bagi pencegahan stunting dan penyakit menular, sekaligus peningkatan martabat manusia. Dengan progres 70 persen dan dukungan penuh dari masyarakat, Satgas optimis target penyelesaian akan tercapai tepat waktu. Warisan TMMD ke-130 di Desa Lewuoguru I tidak hanya berupa bangunan beton yang kokoh, tetapi juga budaya gotong royong yang semakin menguat, memastikan setiap tetes air bersih dan setiap bilik sanitasi membawa dampak kesehatan jangka panjang bagi generasi mendatang.
